Kontribusi untuk Indonesia

Dari Industri Hulu untuk Petani Indonesia

Hadir di negeri ini sejak 1964, perusahaan agribisnis global, Syngenta, berkontribusi dalam memajukan pertanian dalam negeri maupun dunia. “Misi kami adalah meningkatkan ketahanan pangan dengan memung kinkan jutaan petani memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara lebih baik,” ungkap Presiden Director Syngenta Indonesia, Parveen Kathuria, di sela-sela acara kunjungan ke pabrik Syngenta di Gunung Putri, Bogor, Jabar, beberapa waktu lalu.

Ketahanan pangan, lanjut Parveen, harus dilaksanakan secara berke lanjutan. Namun, keberlan jutan tersebut hanya bisa tercapai apa bila semua kalangan petani terbantu. Selain itu, pihaknya juga berkomitmen menye lamat kan lahan dari ancaman degradasi dan memperkaya keane karagaman hayati, serta merevitalisasi masyarakat pedesaan.

Proteksi Tanaman dan Benih Berkualitas

Dengan ilmu pengetahuan kelas dunia, Syngenta menginvestasikan US$1,3 miliar untuk menghasilkan solusi inovatif setiap hari. Syngenta, imbuh Parveen, berfokus kepada bidang proteksi tanaman, penyediaan benih berkualitas, dan pendu kungnya.

“Kami menjangkau 20 juta petani kecil dan membantu mereka mening katkan produktivitas hingga 50%,” jelasnya. Terkait benih, lanjut dia, salah satunya Syngenta merilis jagung NK Perkasa. NK Perkasa ini diklaim sebagai varietas baru dengan produktivitas tinggi dan tahan terhadap penyakit bulai.

Sedangkan di bidang proteksi, Syngenta memiliki produk-produk unggulan yang dapat memastikan pertanian berkelanjutan. “Kalau tidak tersedia pestisida, bisa-bisa hasil panen berkurang sampai 30%- 40% karena serangan hama maupun penya kit,” ucap pemilik gelar MBA dari Mahatma Gandhi University ini. Saat ini, Syngenta Indonesia berkantor pusat di Jakarta yang didukung 700 karyawan. Syngenta Indonesia membuka tiga area komersial, yaitu Jawa, Sumatera, dan Indonesia bagian timur.

Salah satu pabrik Syngenta di Jawa berlokasi di Gunung Putri yang dibangun pada 1981. Pabrik ini berfungsi sebagai Formulation, Filling and Packing (FF&P) untuk produk perlindungan tanaman. Sedangkan pusat litbangnya (Research and Development-R&D) terletak di Cikampek, Purwakarta, Jawa Barat. Pada 2011, perusa haan berbasis di Basel, Swiss ini menginvestasikan US$27 juta untuk membangun pabrik benih di Pasuruan, Jawa Timur.

Kontribusi untuk Indonesia

Plant Manager Syngenta Gunung Putri, Nurman Ulum menjabarkan, pabrik yang menjadi tanggung jawabnya ini merupakan satu dari sembilan pabrik di kawasan Asia Pasifik. Kapasitas produksi pabrik seluas 12 ribu m2 ini sebesar 58 juta liter/tahun. “Produksi utamanya adalah herbisida Gramoxone sebesar 86%, diikuti insektisida dan fungisida lainnya.

Sebanyak 10%-15% hasil produksi diekspor ke Filipina, Thailand, dan beberapa negara lain,” tutur Nurman. Pada 2016, pabrik ini mendapatkan penghargaan Green Industry Award dari Menteri Perindustrian untuk kategori Chemical Manufacturing Facility (CMF). Se belumnya Syngenta telah meraih Tree Awards, Best Environmental Manage ment Com pany, Zero Accident Award, dan lainnya.

Di Indonesia, Syngenta berupaya menciptakan dampak signifikan dan positif dalam setiap aktivitas bisnisnya terhadap kehidupan petani dan masyarakat perdesaan. “Kami juga ingin berkontribusi secara aktif dalam mendukung pemerintah menjalankan program swasembada pangan,” tandas Parveen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *