Harapan Petani Dalam pembukaan Sekolah Lapang

Harapan Petani Dalam pembukaan Sekolah Lapang

Dalam pembukaan SLA di Mlaten, Ds. Bandungsari Kec. Sukodadi-Lamongan, Choirul, petani setempat mengungkap, saat itu hama wereng sedang marak. Dengan adanya SLA, petani jadi tahu cara tepat dalam pengendalian hama sehingga bercocok tanam jadi terarah. “Saya pakai Tenchu untuk mengatasi wereng. Alhamdulillah cocok sekali. Aplikasinya mudah, makanya cepat dikenal masyarakat. Kami sangat menerima dan senang sekali kalau setiap tanam diadakan acara seperti ini oleh Agri con,” komentar pria paruh baya ini antusias. SLA tidak akan berhasil tanpa dukungan semua komponen yang bergerak di bidang pertanian, seperti PPL, tokoh masyarakat yang mendampingi petani, dan petani itu sendiri. PPL Dusun Mlaten, Desa Bandungsari Kec.

Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur, Mahmudah menuturkan, SLA bisa menjadi tempat saling bekerja sama dan memberikan manfaat dalam pengendalian hama. Petani bisa berbagi langsung dengan Agricon untuk bijak dalam memilih pestisida yang bagus dalam penanggulangan hama penyakit. Rif’atul Awaliyah, fasilitator SLA Lamongan, menuturkan, fasilitator seperti di rinya bertugas mendampingi, membina, dan memberi informasi kepada petani tentang seluk-beluk penyakit, hama, dan pengendaliannya serta peng gunaan dosis pestisida yang tepat. Respon positif juga dilontarkan Kushartini, Kepala Desa Gandri, Kec. Pangkur, Kab. Ngawi, Jawa Timur, ketika ada acara semacam di wilayahnya. “Pengadaan SLA adalah hal luar biasa. Di samping meningkatkan pendapatan masya rakat khususnya petani, ini bisa dijadikan wadah untuk mendapat ilmu yang belum tentu mungkin diperoleh dari tempat lain,” ulasnya.

Ia meyakini, kelak petani bisa menambah ilmu dan pengalaman yang dapat dipraktikkan langsung di lapangan sehingga hasil padi me ningkat dan pendapatannya bertambah. Yusuf Efendi menimpali, melalui SLA wawasan petani bertambah tentang cara budidayadan penangan an hama penyakit. “Semoga SLA ini berlangsung kompak, dipantau dari awal hingga panen. Pembimbing-pembimbingnya dari Agricon juga kompak,” ulas PPL Kec. Pangkur, Ngawi, itu. Antusiasme juga ditunjukkan H. Warso, Ketua Kelompok Tani Natajaya di Desa Payungsari, Kec. Pedes, Kab.Karawang, Jawa Barat. Saat pembukaan SLA di Karawang, Pria yang akrab disapa Pak Haji ini menyatakan, wawasan menjadi luas, tidak hanya sekedar bertani. Pasalnya, SLA juga membahas pengertianpengertian seputar tanaman padi. Chaeruman, Ketua Kelompok Tani Mekar Muda Kec. Ciasem, Subang, turut berkomentar positif. “Kebetulan kami sedang mau mulai tanam, dalam pembukaan dibahas pH tanah, topik bahasannya pas,” cetusnya saat pembukaan SLA di Kec. Ciasem, Subang, Kamis (30/3).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *